Showing posts with label PHP. Show all posts
Showing posts with label PHP. Show all posts

Thursday, September 10, 2020

Cara Menampilkan Waktu Lengkap Pada Pemrograman PHP

Menampilkan Waktu PHP

Jokam-Informatika.com Bagi sobat yang sering disakitin oleh ceweknya, pasti sudah tidak asing lagi dengan cara “Menampilkan Waktu Di Pemrograman PHP“. PHP merupakan pemrograman tingkat lanjut yang paling banyak diminati karena memiliki banyak varian proses yang dimilikinya untuk membuat sebuah website statis yang lebih ringan daripada versi lama yaitu html. PHP, juga diminati karena banyak programmer yang percaya kalau pemrograman ini sangat modern dan juga canggih. Hampir semua kegiatan modern layaknya robot dapat dilakukan oleh pemrograman yang satu ini, mungkin jika bisa dinilai maka mimin akan menyetarakan pemrograman yang satu ini dengan pemrograman java. Bedanya, php lebih berkutat pada fungsional nya terhadap website atau server hosting online.

Untuk mereka yang ingin menguasai pemrograman yang satu ini maka diperlukan beberapa waktu yang cukup lama untuk memahami dan benar-benar menguasai pemrograman yang satu ini, dikarenakan pemrograman ini memiliki kode sangat banyak dan kompleks. Akan tetapi, jangan pernah pesimis karena tidak ada seseorang yang benar-benar bisa menguasai nya selain dari kemauan dan kegigihannya dalam mempelajari struktural pemrograman ini.

Sedangkan waktu merupakan hal yang paling penting di kehidupan dunia nyata maupun dunia maya, pasalnya semua kegiatan harus memiliki dasar waktu sebelum kita atau mereka menjalankan kegiatan tersebut. Nah, ternyata PHP dapat membantu anda untuk menemukan informasi waktu anda saat ini. Selain untuk sekedar informasi, metode waktu ternyata juga dimanfaatkan untuk mengontrol sebuah perangkat atau sebuah aktivitas robot(bot) dalam menjalankan perintah sesuai dengan pembuatnya yaitu programmer php itu sendiri.

Seseorang yang belum banyak menguasai PHP pasti terkadang lupa kode yang harus dipakai. Nah, di sini saya akan membantu sobat mengatasi hal tersebut.

Menampilkan Waktu PHP

Pada pemrograman php ternyata cukup mudah karena memanfaatkan beberapa baris perintah saja. Namun, sebelum kita menuju ke mengimplementasikan kodenya alangkah baiknya kita mempelajari kode apa yang harus dipakai dan fungsi apa jika kita menggunakan kode tersebut. Berikut ini adalah tabel nya :

Pengkodean Waktu Pemrograman PHP
No.CodeFungsi
1l (Huruf “L” Kecil)Menampilkan nama hari sekarang dalam bahasa inggris.
2dMenampilkan tanggal sekarang dalam 2 digit (01-31).
3mMenampilkan bulan sekarang dalam 2 digit (01-12).
4YMenampilkan tahun sekarang dalam 4 digit (Contoh : 2020).
5hMenampilkan waktu jam sekarang (01-12).
6iMenampilkan waktu menit sekarang (00-59).
7sMenampilkan waktu detik sekarang (00-59).
8aMenampilkan fungsi tanda baca waktu (am/pm).

 

Implementasi Kode Waktu

Setelah kita mempelajari kode dan fungsi apa saja yang dapat menampilkan informasi waktu, maka sekarang saatnya kita praktek dengan cara mengimplementasikan kode pada php. Seperti berikut ini :

<?php$hari = date('l');$tanggal = date('d');$bulan = date('m');$tahun = date('Y');$jam = date('h');$menit = date('i');$detik = date('s');$waktu = date('a');$lengkap = date('l, d-m-Y h:i:s a');echo "Sekarang hari = ".$hari."<br />";echo "Sekarang tanggal = ".$tanggal."<br />";echo "Sekarang bulan = ".$bulan."<br />";echo "Sekarang tahun = ".$tahun."<br />";echo "<br /><br />";echo "Sekarang jam = ".$jam."<br />";echo "Sekarang menit = ".$menit."<br />";echo "Sekarang detik = ".$detik."<br />";echo "<br />";echo "Sekarang waktu = ".$waktu."<br />";echo "<br /><br />";echo "Waktu lengkap = ".$lengkap."<br />";?>

 

Hasilnya :

Sekarang hari = Thursday
Sekarang tanggal = 10
Sekarang bulan = 09
Sekarang tahun = 2020

Sekarang jam = 06
Sekarang menit = 12
Sekarang detik = 13

Sekarang waktu = am

Waktu lengkap = Thursday, 10-09-2020 06:11:24 am

 

Bagaimana ?
Cukup mudah bukan menampilkan waktu pada pemrograman PHP.

 

 

Mungkin cukup sekian tutorial dari saya tentang Cara Menampilkan Waktu Lengkap Pada Pemrograman PHP.
Semoga apa yang sudah saya sampaikan ini dapat memberikan sobat solusi dalam hal menampilkan waktu pada pemrograman PHP.
Sekian dan terimakasih.

 

Kata Kunci Terkait :

  • Menampilkan Tahun PHP
  • Menampilkan Tanggal PHP
  • Menampilkan Hari PHP
  • Tampilkan Tahun Terbaru PHP
  • Tampilkan Tahun Sekarang PHP
Read more

Saturday, September 5, 2020

Cara Agar Plugins Caching Auto Clear Cache Secara Otomatis

Auto Clear Cache

Jokam-Informatika.com Hai sobat, akhirnya kita bisa bertemu lagi untuk membahas artikel tentang bagaimana agar “Auto Clear Cache” secara otomatis. Dengan begitu, sobat tidak perlu direpotkan untuk mengecek keadaan dan kapasitas cache yang ada di hosting sobat secara berkala dan menghapusnya secara manual. Hal tersebut tentunya sangat menyita waktu dan tidak efisien terhadap waktu yang sobat miliki, karena pada umumnya website memiliki generated cache yang terus berkembang setiap menitnya. Bahkan, kalau bisa mimin hosting milik sobat cachenya memiliki kapasitas full sampai 3x sehari apabila traffic yang ada di website sobat cukup besar.

 

Apakah tutorial ini penting ?

 

Tentu saja, jika sobat diberi pilihan melakukannya secara manual atau memilih yang otomatis tentunya sobat akan memilih cara otomatis bukan ?. Selain tidak merepotkan juga sobat bisa lebih memfokuskan kegiatan selain membersihkan cache secara rutin. Kali ini tutorial yang saya bagikan, caranya tidak memakai plugins sehingga tidak memberatkan website maupun server hosting milik sobat.

Plugin wordpress tersebut diantaranya adalah :

  • Autoptimize
  • W3 Total Cache
  • WP Supper Cache

 

Sebelum masuk ke pembahasan alangkah baiknya sobat mengenal betul apa sih yang dinamakan dengan cache ?

 

 

Auto Clear Cache

Oke, langsung saja kita menuju ke pembahasan tutorialnya :

  • Pertama, silahkan sobat menyalin kode dibawah ini :
# Automatically clear AutoptimizeCache | W3 Total Cache | WP Supper Cache  if it goes beyond 450MB.if (class_exists('autoptimizeCache')) {	$myMaxSize = 450000; # You may change this value to lower like 450000 for 450MB if you have limited server space.	$statArr=autoptimizeCache::stats();	$cacheSize=round($statArr[1]/1024);		if ($cacheSize<$myMaxSize) {		} else {	if (class_exists('W3_Plugin_TotalCacheAdmin')) {		$plugin_totalcacheadmin = & w3_instance('W3_Plugin_TotalCacheAdmin');		$plugin_totalcacheadmin->flush_all();		echo ('<div class="updated"><p>All cache from plugins <strong>W3 Total Cache & WP Supper Cache</strong> has successfully erased.</p></div>');	}		autoptimizeCache::clearall();		header("Refresh:0"); # Refresh the page so that autoptimize can create new cache files and it does break the page after clearall.		echo ('<div class="updated"><p>All cache from plugins <strong>Autoptimize|W3 Total Cache|WP Supper Cache</strong> has successfully erased.</p></div>');	}}

 

Keterangan :
Ubah ukuran $myMaxSize = 450000; sesuai dengan keinginan sobat, setiap 1000 adalah 1Mb sehingga jika kalau 450000 berarti 450Mb.

  • Kedua, lalu sobat masuk kedalam dashboard admin wordpress.
  • Ketiga, kemudian pilih menu “Appearance > Theme Editor“. Seperti gambar berikut ini :

Theme Editor

 

  • Keempat, sobat pilih saja “Functions.php“. Seperti berikut ini :

Functions

 

  • Kelima, posisi paling bawah area Function.php silahkan sobat paste atau tempel salinan kode yang sebelumnya sempat salin pada tutorial pertama. Seperti gambar dibawah ini :

Code

 

  • Terakhir, simpan perubahan dengan cara menekan tombol “Update File”.

Update File

Peringatan :
Function.php akan kembali seperti keadaan sebelum kita setting apabila kita mengupgrade versi wordpress kita, sehingga sebelum sobat mengupgrade versi wordpress alangkah baiknya terlebih dahulu membackup kode yang ada di dalam function.php agar ketika selesai update sobat bisa mengembalikan kodenya.
Atau sobat bisa mencari plugin yang dapat menyimpan konten php sehingga ketika sobat mengupgrade versi wordpress maka hal tersebut tidak berdampak pada settingan yang diterapkan melalui plugin sobat miliki.

 

Cukup mudah bukan ?

 

Mungkin cukup sekian artikel yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini.
Semoga apa yang saya sampaikan di sini bisa bermanfaat untuk semua orang dalam hal mengatasi cache autoptimize yang sering full.
Sekian dan terimakasih.

Read more

Tuesday, December 10, 2019

Cara Membuat Program Kalkulator Sederhana Menggunakan PHP

Program Kalkulator

Jokam-Informatika.com Kali ini saya akan membagikan cara untuk membuat program kalkulator sederhana yang dapat dengan mudah kita buat dengan menggunakan File dasar ber-ektensi PHP ini. Selain itu Kalkulator memang sangat dibutuhkan banyak sekali orang paling banyak adalah para pedagang dan anak sekolahan, mulai dari anak-anak, Orang tua, pejabat, bahkan orang pintarpun juga sesekali membutuhkan alat yang satu ini.

Penasaran bagaimana cara membuat program kalkulator ini ?

Simak ulasan dibawah ini untuk mengetahuinya lebih lengkap pada artikel berikut,

 

Program Kalkulator – Dapat membantu kita dalam mengatasi masalah perhitungan bilangan, baik itu dalam perhitungan uang, soal berhitung, perhitungan gaji, perhitungan bahan baku, dan perhitungan yang lainnya.

Blaise Pascal

Penemu kalkulator adalah Blaise Pascal, Beliau Lahir di Clermont-Ferrand, Prancis pada tanggal 19 Juni 1623. Sebenarnya pada saat itu penemuan Pascal belumlah sempurna, penemuannya kalkulator itu diberi nama Pascaline dan belum dianggap sempurna karena belum ada fitur perkalian di dalamnya dan hanya mempunyai Pertambahan, Pengurangan Dan Pembagian.

Namun beruntung ada seseorang yang datang membantu pascal dalam penambahan fitur yaitu perkalian adalah seorang pakar ahli berasal dari Jerman yang bernama Gottfreed Wilhem von Leibniz.
Walaupun begitu Pascal adalah Seorang yang cerdas dalam ilmu matematika dan Fisika. Selain itu beliau juga penemu Segitiga Pascal lho.

 

Namun kali ini saya tidak benar-benar mengupas tentang kalkulator, tetapi saya akan membagikan kepada kalian tentang bagaimana cara membuat kalkulator sendiri menggunakan File PHP+CSS agar lebih cantik.

Oke langsung saja,

  • Pertama, Buatlah sebuah file bernama index.php kemudian isikan dengan code dibawah ini :
<html><head>    <title>Cara Membuat Kalkulator Sederhana Menggunakan PHP</title>  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="Style.css"></head><body><?php    if(isset($_POST['hitung'])){                                         $txt_1 = $_POST['txt_1'];        $txt_2 = $_POST['txt_2'];        $operator = $_POST['operator'];                                                            switch ($operator) {                case 'tambah':                    $hasil = $txt_1+$txt_2;                break;                case 'kurang':                    $hasil = $txt_1-$txt_2;                break;                case 'kali':                    $hasil = $txt_1*$txt_2;                break;                case 'bagi':                    $hasil = $txt_1/$txt_2;                break;            }    } ?><div class="Kalkulator">    <h1 class="Judul"><b>KALKULATOR</b></h1>        <form method="post" action="index.php">            <input type="text" name="txt_1" class="Text" placeholder="Typing Here ...">            <input type="text" name="txt_2" class="Text" placeholder="Typing Here ...">                <select class="Operator" name="operator">                    <option value="tambah">+</option>                    <option value="kurang">-</option>                    <option value="kali">x</option>                    <option value="bagi">:</option>                </select>            <input type="submit" name="hitung" value="HITUNG" class="Tombol">            <input type="submit" name="reset" value="RESET" class="Tombol">         </form><?php if(isset($_POST['hitung'])){ ?><div><h3><b>Hasilnya : </b></h3></div>    <input type="text" value="<?php echo $hasil; ?>" class="Text"><?php }else{ ?><?php } ?></div></body> </html>

 

Kemudian buatlah file lagi bernama Style.css Untuk digunakan sebagai percantikan tampilan di Kalkulator tersebut, Kemudian isi dengan Code berikut ini :

body{                background: #000000;                font-family: Arial;} .Kalkulator{                width: 335px;                background: #00AAFF;                margin: 100px auto;                padding: 10px 20px 50px 20px;                border-radius: 5px;} .Judul{                text-align: center;                color: #000033;                font-weight: normal;}  .Text{                width: 300px;                margin: 5px;                border: none;                font-size: 16pt;                border-radius: 5px;                padding: 10px; } .Operator{                font-size: 16pt;                border: none;                width: 300px;                margin: 5px;                border-radius: 5px;                padding: 10px;} .Tombol{                background: #000033;                border-top: none;                border-right: none;                border-left: none;                border-radius: 5px;                padding: 10px 40px;                color: #eee;                font-size: 15pt; }

 

Kemudian simpanlah kedua file didalam direktory yang sama,
Untuk mengaksesnya kalian bisa menggunakan Xampp untuk membuat web server localhost sendiri. Atau bisa juga kalian meng-Upload ke Cpanel atau Hosting kalian.

Untuk Penampakannya setelah membukanya akan seperti dibawah ini :

Program Kalkulator

 

Yah lumayan keren kan sobat, selain itu kalian bisa juga mengedit script agar lebih menarik atau menambahkan fitur agar lebih keren lagi hehe. daripada sobat bosan dengan kalkulator bawaan yang itu itu aja warnanya.

 

Demikianlah tutorial dari saya.
Semoga dapat membantu kalian dalam mengatasi permasalahan sehari-hari kalian.
Bila ada kesalahan atau kekurangan, kalian bisa ikut serta dalam pembenaran di bawah ini, apabila ada yang bingung atau dipertanyakan bisa komentar dengan bahasa baik dan benar.
Sekian dan terimakasih.

Read more

Wednesday, October 9, 2019

Pengertian Dan Sejarah Bahasa pemrograman PHP

Sejarah Bahasa pemrograman PHP

Jokam-Informatika.com – Hai sobat Jokam, kalian tahukah sejarah bahasa pemrograman PHP ?. Bahasa pemrograman PHP adalah bahasa yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML. Awas ya bukan “Pemberi Harapan Palsu”.

PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pertama kali tahun 1994. Pada awalnya PHP adalah singkatan dari “Personal Home Page Tools”. Selanjutnya diganti menjadi FI (“Forms Interpreter“). Sejak versi 3.0, nama bahasa ini diubah menjadi “PHP: Hypertext Prepocessor” dengan singkatannya “PHP”. PHP versi terbaru adalah versi ke-5.

Lalu pada bulan Juni 1996, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan. Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

PHP juga banyak diaplikasikan untuk pembuatan program-program seperti sistem informasi  klinik, rumah sakit, akademik, keuangan, manajemen aset, manajemen bengkel dan lain-lain. Dapat dikatakan bahwa program aplikasi yang dulunya hanya dapat dikerjakan untuk desktop aplikasi, PHP sudah dapat mengerjakannya.

Penerapan PHP saat ini juga banyak ditemukan pada proyek-proyek pemerintah seperti e-budgetting, e-procurement, e-goverment dan e e lainnya. Website Ubaya ini juga dibuat menggunakan PHP.

PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah WordPress, Mambo, Joomla, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.

Contoh Code PHP sederhana

<?phpecho "Hai Sobat Jokam";?>

 

Bonus

Jika kalian ingin membuat kalkulator dengan bahasa pemrograman PHP saya kasih codenya nih.

<!DOCTYPE html><html><head><title>Membuat Kalkulator Sederhana Dengan PHP | www.jokam-informatika.com</title><link rel="stylesheet" type="text/css" href="style.css"></head><body><?phpif(isset($_POST['hitung'])){$bil1 = $_POST['bil1'];$bil2 = $_POST['bil2'];$operasi = $_POST['operasi'];switch ($operasi) {case 'tambah':$hasil = $bil1+$bil2;break;case 'kurang':$hasil = $bil1-$bil2;break;case 'kali':$hasil = $bil1*$bil2;break;case 'bagi':$hasil = $bil1/$bil2;break;}}?><div class="kalkulator"><h2 class="judul">KALKULATOR</h2><a class="brand" href="https://www.jokam-informatika.com">www.jokam-informatika.com</a><form method="post" action="index.php"><input type="text" name="bil1" class="bil" autocomplete="off" placeholder="Masukkan Bilangan Pertama"><input type="text" name="bil2" class="bil" autocomplete="off" placeholder="Masukkan Bilangan Kedua"><select class="opt" name="operasi"><option value="tambah">+</option><option value="kurang">-</option><option value="kali">x</option><option value="bagi">/</option></select><input type="submit" name="hitung" value="Hitung" class="tombol"></form><?php if(isset($_POST['hitung'])){ ?><input type="text" value="<?php echo $hasil; ?>" class="bil"><?php } else { ?><input type="text" value="0" class="bil"><?php } ?></div></body></html>

 

Tambahan CSS Biar Cantik

body{background: #F2F2F2;font-family: sans-serif;}.kalkulator{width: 335px;background: #2F495A;margin: 100px auto;padding: 10px 20px 50px 20px;border-radius: 5px;box-shadow: 0px 10px 20px 0px #D1D1D1;}.bil{width: 300px;margin: 5px;border: none;font-size: 16pt;border-radius: 5px;padding: 10px;}.opt{font-size: 16pt;border: none;width: 215px;margin: 5px;border-radius: 5px;padding: 10px;}.tombol{background: #EC5159;border-top: none;border-right: none;border-left: none;border-radius: 5px;padding: 10px 20px;color: #eee;font-size: 15pt;border-bottom:4px solid #BF3D3D;}.brand{color: #eee;font-size: 11pt;float: right;text-decoration: none;margin: 12px;}.judul{text-align: center;color: #eee;font-weight: normal;}

 

 

Semoga program yang saya beri dapat bermanfaat untuk kalian.
Sekian dan terimakasih.

Read more

Sunday, March 25, 2018

Cara Upload File Ke Server Menggunakan File PHP Uploader

Cara Upload File Ke Server Menggunakan File PHP Uploader




Cara Upload File Ke Server Menggunakan File PHP Uploader - JOKAM INFORMATIKA

Bagi sobat Jokam Informatika yang sering menggunakan teknik deface kepada suatu website, maka sobat biasanya tidak asing lagi dengan yang namanya PHP Uploader. yang mana script ini dapat membantu anda mengupload ke dalam server tanpa harus memasuki sisi panel server. karena script ini berjalan di dalam website berdasarkan port 80 atau tampilan website. sehingga script ini dapat dimanfaatkan tanpa harus melalui port 21 untuk mengunggah sebuah file.
Apa kepanjangan dari PHP ? 
Lalu seperti apakah Scriptnya ?
Dan apakah keunggulan dari pemakaian script PHP Uploader ini ?

Simak artikel di bawah ini,

PHP Uploader - PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor. script ini memungkinkan anda untuk mengunggah file yang ingin anda upload tanpa harus melalui login administrator panel. apabila anda seorang administrator sebuah website atau developer maka script ini tentunya sangat membantu bagi anda.

Selain itu anda juga dapat berkontribusi pembuatan file ini secara bebas, dengan kata lain anda dapat mengedit source code yang saya berikan dibawah ini sesuai keinginan anda.

Berikut ini adalah Source Code PHP Uploader :

<?php

   if(isset($_FILES['image'])){
      $errors= array();
      $file_name = $_FILES['image']['name'];
      $file_size = $_FILES['image']['size'];
      $file_tmp = $_FILES['image']['tmp_name'];
      $file_type = $_FILES['image']['type'];
      $file_ext=strtolower(end(explode('.',$_FILES['image']['name'])));
    
      $extensions= array("jpeg","jpg","png");
    
      if(in_array($file_ext,$extensions)=== false){
         $errors[]="File Extension not allowed, please choose a JPEG or PNG file.";
      }
    
      if($file_size > 3000000) {
         $errors[]='File size must be excately 3 MB';
      }
    
      if(empty($errors)==true) {
         move_uploaded_file($file_tmp,$file_name);
         echo "Success";
      }else{
         print_r($errors);
      }
   }

?>

<html>
   <body>
    
      <form action="" method="POST" enctype="multipart/form-data">
         <input type="file" name="image" />
         <input type="submit" />
   
         <ul>
            <li>Sent file: <?php echo $_FILES['image']['name'];  ?>
            <li>File size: <?php echo $_FILES['image']['size'];  ?>
            <li>File type: <?php echo $_FILES['image']['type'] ?>
         </ul>
   
      </form>
    
   </body>
</html>


Kelebihan PHP Uploader


Dengan menggunakan file php uploader di dalam server, maka anda bisa mendapatkan beberapa kelebihan di dalam penggunaannya. berikut ini merupakan kelebihan dari penggunaan PHP Uploader tersebut :

  • Menghemat Waktu
Apabila anda ingin mengunggah sebuah file ke dalam server maka biasanya anda akan diharuskan untuk memasuki login panel atau melalui sebuah Port FTP yaitu 21, dengan cara menggunakan file ini maka anda cukup membuka browser anda dan mengunjungi allamat file php server di dalam browser. hal ini tentu lebih ringan daripada harus membuka aplikasi khusus file transfer.

  • Lebih Cepat
Dengan memanfaatkan Port Website yaitu 80, anda dapat bertransaksi file ke dalam server dengan lebih cepat karena port 80 di desain lebih optimal.


Kekurangan PHP Uploader


Dibalik kelebihan suatu metode, pastinya akan memiliki beberapa kekurangan. tidak terlepas juga metode menggunakan PHP Uploader. berikut ini merupakan kekurangan apabila anda menggunakan PHP Uploader :

  • Tidak Dapat Menghapus File
File yang sudah diunggah, tentunya sudah masuk kedalam server. maka apabila kita tidak berkenan adanya file tersebut, maka jalan yang harus ditempuh adalah anda harus masuk kedalam panel server lalu menghapus file yang anda kehendaki. namun ada juga metode yang dapat mengontrol secara penuh yaitu menggunakan php shell script.


Hasilnya seperti berikut ini :




Script php merupakan pengkodean yang sangat baik di bidang website, apabila anda seorang programmer php maka anda dapat terus mencoba dan menciptakan hal baru yang dapat membuat semua orang terpukau. karena pengkodean php memiliki banyak sekali fungsi yang dapat dikembangkan oleh para pengembang.

Dan salah satu pengkodean cukup modern pada server adalah php Script Shell, yang mana script tersebut dapat bertindak sebagai administrator yaitu memiliki hak sepadan dengan admin.


Baca juga lainnya :



Mungkin juga perhatian penyampaian artikel dari saya yang berjudulkan Cara Upload File Ke Server Menggunakan File PHP Uploader.
Semoga apa yang sudah saya sampaikan dapat bermanfaat bagi anda maupun orang lain di kemudian hari.
Sekian dan terimakasih.



Kata kunci terkait :
  • PHP Uploader
  • php upload script
  • script upload php
  • php uploader file
  • upload fichier php
  • php uploading files
  • php uploading file
  • php file uploader script
  • php file upload with progress bar
  • php file uploading script
  • script upload
  • javascript upload
Read more

Tuesday, January 9, 2018

Cara Membuat Log Di Dalam Script

Cara Membuat Log Di Dalam Script




Cara Membuat Log Di Dalam Script

Sebelumnya saya sudah membahas tentang Robot dan cara redirect Website.
Kali ini saya akan mebahas cara membuat Log/Tikung/ atau apa yah ? .. yah semacam mencuri hasil dari script kalian,
Jadi pada saat ada pengunjung website kalian sedang mengunjungi website kalian maka data yang dia masukan akan masuk kedalam file yang bernama log,

Cara ini biasanya digunakan oleh admin suatu website untuk mengawasi membernya dalam memakai website tersebut dipakai untuk semestinya atau tidak. nantinya admin akan melihat hasilnya dan apakah ada tindakan yang tak senonoh atau tidak ?

Oke langsung saja..


  • Pertama,Kalian harus mempunyai file yang di dalamnya terdapat suatu input masukan atau string data.
Gunanya adalah supaya dapat di ketahui dan diambil fungsinya dan dicatat dalam file log.

Contoh semisal :

<?php
include "Success.php";
<body>
<form id="data" method="POST" action="Success.php">
<input id="Username" type="text">Masukan Username</input>
<input id="Waktu" type="text">Masukan Waktu Sekarang</input>
<button class="btn-sikat">Sikat</button>
</form>?>

Maka data yang akan kita ambil adalah :
  • $Username (String Username)
  • $Waktu (String Waktu)

Kegunaan Success.php adalah untuk sebagai media perantara bagi si form dan file log.txt, Success.php jadi bagian penulisan dan pendataan saja, Sedangkan log.txt sebagai penampung saja.


Sebelumnya siapkan terlebih dahulu file untuk menampung log tersebut.
Contoh kita akan menaruh log di folder : /Log/ Dan kita akan menampung kedalam file berektensi .txt saja. tetapi lainnya juga boleh.
File kita beri nama log.txt
Setelah kalian membuat dan menyimpannya di folder log maka nantinya akan menjadi /Log/log.txt

Kemudian buat file lagi namun berektensi php untuk fungsi mengambil log nya.
Kita buat file Success.php

Untuk mengambil log tersebut,
kalian gunakan code dibawah ini :

$file=fopen('../Log/log.txt',"a");

fwrite($file, "|");
fwrite($file,$Username);
fwrite($file, "|\n");
fwrite($file, "|");
fwrite($file,$Waktu);
fwrite($file, "|\n \n");

fclose($file);


Maka, setelah kalian mencobanya maka akan terlihat data seperti berikuti ini :


Untuk penggunaan log pada log.HTML dan log.PhP kalian bisa ganti "\n" menjadi bahasa enter dalam HTML dan PhP yaitu "<br>"
Namun, sebelum itu saya menjelaskan apa perbedaan TXT,HTML,PHP.

TXT apabila digunakan sangan ringan dan bufer ketika kalian mau melihat hasil dari log itu sangat ringan dan mungkin hanya membutuhkan beberapa buferan saja apabila log kalian banyak. meski banyak tetap load 2-6 detik kalau koneksi kalian berkisar 100-400 kbps.
Keamanan adalah dapat dilihat.

HTML apabila dipakai untuk log adalah berat, log hanya 5 orang untuk memuatnya membutuhkan waktu 3 detik, dan lebih lamanya 100 orang loadnya hampir 8 detik menggunakan koneksi 100-400 kbps.
Keamanan apabila HTML maka log akan terlihat jelas apabila di CTRL+U

PHP apabila digunakan maka log sedang, log hanya 5 orang membutuhkan waktu 3-4 detik, dan apabila 100 orang bisa 5-8 detik jika menggunakan koneksi 100-400 kbps.
Keamanan adalah terbilang cukup aman.



Mungkin cukup sekian yang dapat saya berikan dalam pembahasan tentang Cara Membuat Log Di Dalam Script
Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu semua orang yang ingin sekali membuat log pada websitenya sendiri.
Apabila ada kesalahan dan kekuranga bisa tuliskan dibawah ini.
Sekian dan Terimakasih.
Read more

Sunday, January 7, 2018

Cara Memblokir URL Website Agar Tidak Dapat Dikunjungi

Cara Memblokir URL Website Agar Tidak Dapat Dikunjungi




Cara Memblokir URL Website Agar Tidak Dapat Dikunjungi

Blokir Website - Merupakan salah satu kegiatan yang sangat diperlukan untuk melindungi konten dari para pengunjung yang nakal dan ingin mengganggu bagian penting atau inti dari website kalian. dengan cara mengakses file atau halaman website yang sangat penting maka kesempatan pelaku untuk menyerang website kalian juga besar. lalu bagaimana cara melindungi konten kita?

disini saya mempunyai beberapa cara,

Contoh kita akan Memblokir : /Data/Konten.php

oke langsung saja,

Menggunakan Robot.txt


dengan robot.txt kalian dapat mengontrol dalam kunjungan setiap pengunjung, Robot.txt dapat membantu kalian yang ingin mempublikasikan atau ingin tidak dikunjungi ataupun ketidak inginan kalian agar tidak terindex oleh mesin pencari google.

Edit pada bagian Robot.txt kalian dengan kode berikut :
User-agent: *
disallow: /Data/Konten.php

Maka dengan fingsi tersebut Data Konten kalian tidak akan terindex oleh mesin pencari google dan crawler yang mengakibatkan tidak ada satupun pengunjung menemukan konten kalian di dalam mesin pencari google.

Menggunakan Auto Redirect dengan File PHP


Ini adalah cara apabila pengunjung sudah mengunjungi website kalian, maka dengan cara otomatis akan ter redirect dengan dua cara ini, Selain cara ini lebih ampuh juga lebih effisien dan tak membutuhkan teknik khusus.

yang harus dilakukan adalah dengan menambahkan script ini di atas <?php pada file Konten.php kalian,
Lah ? kan itu sudah paling atas ?
maka dari itu turunkan code diatas tersebut dan tambahkan atasnya dengan 2 cara berikut :

Pertama, 

<?php

include "Data/File_Lain_Yang_Menampilkan_Sesuatu.php/html";

?>

Beri file yang menampilkan sesuatu seperti File website biasa atau tampilan login atau lainnya yang menjadikan pelaku bingung mana yang benar file database PhP diletakan dimana padahal file itulah di bawahnya adalah data, berhubung php jadi percuma di CTRL+U tidak akan bisa keluar datanya, yang keluar hanyalah data tampilan saja. Dan URL tetap /Data/Konten.php

Kedua,
Masih dengan cara yang sama namun code berbeda,
<?php

header ('Location: Data/File_Tampilan_lainnya.php/html');

?>
Maka dengan cara tersebut saat korban berusaha mengakses file website Database Konten.php kalian maka akan ter-redirect ke /Data/File_Tampilan_lainnya.php/html kalian.

Jadi, korban akan merasa kesulitan dalam mencari Database dan juga isi file kalian, dikarenakan saat mereka mengakses selalu saja ter-redirect ataupun malah tampil tampilan yang sebenarnya mereka anggap bukan sebagai tempat yang cocok untuk menyimpan Database.



Mungkin seperti itulah cara untuk mengamankan website kita agar tidak diambil kontennya oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Semoga dengan artikel saya ini masalah kalian dapat terpecahkan dengan baik.
Apabila ada tambahan bisa diikut sertakan di kolom komentar.
Sekian dan Terimakasih
Read more